September Talk Session 1 on: “Dunia Islam Memandang Serangan 11 September 2001”

Dunia memasuki abad ke-21 telah mengubah konstelasi kebijakan publik dan kebijakan luar negeri masing-masing negara. Perang (suci) yang tidak sedikit menghabiskan dana masih dilaksanakan sebagai alasan menjaga keamanan negara dan dunia. konflik internal setiap negara juga menjadi trigger sendiri kala kebijakan luar negeri justru lebih banyak menghabiskan banyak anggaran yang sebenarnya bisa diperhemat untuk membangun negaranya. Tak terasa, ekonomi negara sebesar Amerika Serikat juga pernah jatuh collapse pada tahun 2008. Merkea menyadari adanya kesalahan strategi dan kebijakan yang menimbulkan banyak kerugian pada kebijakan yang pernah mereka ambil sebelumnya. Amerika lebih menyadari lagi kala posisi afghanistan yang dibinannya selama 20 tahun telah menjadi fakta pahit kesalahan kebijakan luar negeri yang kesekian kalinya. Ratusan ribu nyawa hilang dari berbagai sisi, 2,261 triliun USD1 (Jurnal, Watson Institute, Internasional and Public Affairs Brown University. Lihat : Human and BudgetaryCosts of Afghan War, 2001-2021.pdf (brown.edu) telah dihabiskan dalam kurun waktu tersebut di negeri orang tanpa menghasilkan apa yang menjadi harapan Amerika sendiri.

War on Terror, sebuah narasi hebat yang diimajinasikan oleh George W. Bush pasca 911 menjadi nyata. Pasukan disebar di mana-mana, dunia inteljen dan komputasi dikembangkan untuk meningkatkan mobilitas, membuat rasa panik terhadap kesalahan 911 yang sebenarnya siapa dalangnya masih hangat diperdebatkan ikut menyebar, terkhusus di negeri mayoritas Islam yang tertuduh, diantaranya Afghanistan dan Pakistan. Konflik US-Terror melanjutkan crusader yang berabad-abad lamanya telah digelar. Negara muslim banyak berjatuhan, dari negara teluk hingga asia selatan, tak terkecuali negara mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.

War and Peace memiliki kedudukan yang sama dan sama tuanya. Sejarah manusia mencatat peperangan yang tidak diinginkan sbenarnya banyak terjadi, tetapi dalam perjalananya, peace atau perdamaianlah jalan pertama yang harus segera diupayakan.

Perang terhadap terorisme yang awalnya menjadi alasan untuk menjual alutsista (alat utama sistem pertahanan) menjadi simalakama tersendiri kala negara tidak seimbang dalam mengatur kebijakan. Transformasi teknologi menjadi pembatal kerahasiaan teknologi terbaru, menjadikan kebocoran informasi susah untuk dihentikan.

Hingga, tentang serangan 911 masih menjadi pertanyaan oleh banyak kalangan, sebagian ahli menuduh Osama bin Laden salah satu pimpinan Al-qaeda menjadi dalang utama, sebagian ahli menuduh bahwa hal tersebut menjadi akal-akalan saja dalam mengekspansi kekuatan ke negara yang memiliki potensi.

Sudah 20 tahun lamanya, siapa dalangnya masih diperdebatkan. Nilai kejujuran di depan publik harus ditata ulang jika tragedi 911 yang menelan banyak korban jiwa belum juga diketahui alasan di baliknya.

Lalu, apakah yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah runtut sebenarnya peristiwa tersebut? Apa implikasi terhadap dunia islam dan bagaimanakah seharusnya dunia Islam harus menyikapi kejadian tersebut? Kami dari Tim Bagian Keilmuan DPP Islamabad PPMI Pakistan Isnya Allah akan mengadakan webinar dengan tema September Talk Session 1 on: “Dunia Islam Memandang Serangan 11 September 2001” bersama salah satu alumni yang berada di Amerika Serikat. Al-Ustadz Imam H. Muhammad Shamsi Ali, Lc., M.a., Ph.D. pada :

Hari/Tanggal = Ahad, 19 September 2021
Waktu = 20.15 PKT atau 11.15 EDT atau 22.15 WIB
Via = Zoom Virtual Meeting
Link = https://us02web.zoom.us/j/87420050098?pwd=UmlkaG9LZ2VWRVFLQVlaUW9taXhrUT09

Meeting Id : 874 2005 0098
Password : 11sep

Demikan informasi terkait kegiatan webinar bersama Ustadz Imam H. Shamsi Ali kami buat, besar harapan kami dengan acara ini bisa memberi pandangan baru atau mengingat akan apa yang telah sebelumnya terjadi. Semoga apa yang kita rencanakan diRidhoi Allah SWT dan diberikan kemudahan, Aamiin Yaa Rabbal Aalaamiin.

Selamat menikmati. 🙂

Narahubung 1 : (+62 812 7377 5560) Aulia Hifdzur Rahman
Narahubung 2 : (+92 306 9736023) Nida Hapizah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *