“SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA”

PPMI Pakistan Mengucapkan “Selamat Hari Lahir Pancasila”

Tepat hari ini, 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Sebuah konsep visioner yang menjiwai kehidupan bernegara seluruh masyarakat Indonesia. Pancasila bagi bangsa Indonesia memiliki bermacam-macam fungsi yang lengkap dan menyeluruh. Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi dan arah pandang (pandangan hidup) bernegara, jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, falsafah hidup yang mempersatukan bangsa, cita-cita dan tujuan, perjanjian luhur, hingga sumber hukum dan kebijakan di Indonesia.

Nah, bagi WNI yang ada di tanah rantau, bagaimana sih penghayatan dari lima sila yang ada di Pancasila? Apakah memudar, atau justru sebaliknya?

Sekilas, sejarah perjalanan pembentukan pncasila hinnga dijadikanya sebagai dasar negara banyak tersebar di kalangan kita.

Sejarah indonesia tidak lepas dari penyusunan dasar negara. Dalam penyusunanya, terjadi banyak perdebatan dan perubahan hingga akhirnya diterima oleh para penyusun pada waktu itu.

Bermula dari pembentukan Badan Penyelidikan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada 29 april 1945 tetapi pelantikanya terjadi pada 28 Mei 1945. BPUPKI menggelar rapat perdana pada keesokan harinya yaitu 29 Mei 1945 bersama 62 anggotanya, dengan tujuan tugasnya membuat rancangan pokok negara dan juga menyusun undang-undang dasar.

Sidang pertama pada 29 Mei – 1 Juni 1945 dimulai. Terdapat berbagai usulan pada sidang pertama BPUPKI ini, diantaranya :

  1. Bapak Muhammad Yamin (29 Mei 1945) terdapat 2 usulan. Usulan lisan dan usulan tertulis, berikut usulan lisan pancasila dari bapak Muhammad Yamin ;
    1-Peri Kebangsaan
    2-Peri Kemanusiaan
    3-Peri Kehutanan
    4-Peri Kerakyatan
    5-Kesejahteraan Sosial atau (keadilan sosial)
    dan usulan tertulis :
    1-Ketuhanan Yang Maha Esa
    2-Kebangsaan Persatuan Indonesia
    3-Rasa Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradap
    4-Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratn Perwakilan
    5-Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  2. Bapak Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945) Usulan ke dua datang dari bapak ahli hukum yang dimiliki indonesia, usulanya :
    1-Persatuan
    2-Kekeluargaan
    3-Keseimbangan lahir dan batin
    4-Musyawarah
    5-Keadilan rakyat
  3. Bapak Ir. Soekarno (1 Juni 1945) sebagai pengusul, beliau mengusulkan dasar negara dibagi menjadi tiga pilihan. Pancasila, Trisila dan Ekasila. Semua agar menjadi pertimbangan jika ada yang perubahan dari lima, tiga atau satu sila saja.
    Usulan Pancasila :
    1-Kebangsaan Indonesia
    2-Internasionalisme Atau juga Kemanusiaan
    3-Mufakat Atau juga Demokrasi
    4-Kesejahteraan Sosial
    5-Ketuhanan Yang Berkebudayaan
    Usulan Trisila :
    1-Socio-nationalisme
    2-Socio-demokratie
    3-ke-Tuhanan
    Usulan Ekasila :
    1-Gotong-Royong

Sadar banyaknya aspirasi, dibentuklah panitia sembilan yang bertujuan melanjutkan sidang pada tanggal 22 juni 1945. Mereka adalah :

  1. Ir. Soekarno
  2. Drs. Mohammad Hatta
  3. Mr. Alexander Andries Maramis
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso
  5. Abdoel Kahar Moezakir
  6. H. Agus Salim
  7. Mr. Achmad Soebardjo
  8. Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim
  9. Mr. Mohammad Yamin

Hasil dari rapat panitia sembilan adalah menghasilkan rummusan dasar negara/yang sering kita dengan sebagai Jakarta Charter.

Pancasila belum final, ini adalah akhir dari perumusan Pancasila, belum dijadikan sebagai dasar negara.

BPUPKI berubah menjadi PPKI pada 7 Agustus 1945. Sore hari sesaat indonesia merdeka, 17 agustus 1945, datanglah kelompok indonesia timur menghadap ke bapak Muhammad Hatta dan mengusulkan agar tujuh kata hasil panitia sembilan dihapus, kata tersebut adalah “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” karena kalau tidak, orang timurlah yang pertma kali akan memisahkan.

Akhirnya, melalui Muhammad Hatta pada sidang pertama PPKI 18 Agustus 1945 usulan tersebut diterima demi tercapainya persatuan indonesia. Serta disahkanya Pncasila sebagai dasar negara Republik Indonesia seperti yang termaktub di UUD 1945 Alenia ke empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *