Hari Ibu PPMI Pakistan : Inovasi di Tengah Pandemi

Oleh : Tim Acara

Sebagai refleksi untuk megekspresikan rasa hormat dan sayang terhadap ibu, PPMI Pakistan berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dalam menyelenggarakan acara Hari Ibu pada tanggal 27 Desember 2020. Acara ini bertujuan untuk memupuk akhlak generasi muda untuk terus menghormati orang tuanya, khususnya ibu dan menjadi reminder tentang betapa pentingnya peran ibu untuk masa depan bangsa.

Peringatan hari ibu kali ini diselenggarakan untuk masyarakat umum melalui virtual zoom. Walaupun dilaksanakan secara virtual, namun hal ini tidak menjadi penghalang bagi panitia untuk membuat inovasi baru. Konsep pesawat terbang sengaja dipilih panitia untuk menggambarkan perjalanan seorang anak untuk meraih kesuksesan hidupnya melalui doa dan restu seorang ibu. Dari sini panitia menyuguhkan rangkaian kegiatan menarik yang terdiri dari perlombaan membuat ungkapan dan menu makanan bergizi untuk ibu, sarasehan dengan tema NGE-CAI yuk (Ngobrolin Cerita Ibu yuk), serta penampilan-penampilan dari putra dan putri Indonesia di Islamabad Pakistan, seperti: saman, drama siluet, virtual choir collaboration, dan puisi. Dengan harapan hal ini dapat sekaligus menjadi wadah untuk bersilaturrahmi dengan teman-teman, para alumni dan keluarga baik yang berada di Indonesia maupun Pakistan.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari bapak Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan bapak Adam M. Tugio, S.H, LL.M. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi tema yang diangkat oleh panitia, “to the world you are a mother, to me you are the world”, karena tema ini persis menggambarkan tentang penghargaan kita terhadap jasa dan pengorbanan seorang ibu. Bapak duta besar juga menyampaikan “Ibu memiliki peran penting. Pada masa covid ini khususnya, ibu berkontribusi besar dalam menjaga kesehatan seluruh keluarga juga mengontrol kestabilan perekonomian keluarga. Di samping itu, Ibu juga memiliki andil untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan pendidikan pertama bagi anak-anaknya.”

Sarasechan “Ngecai yuk!” menghadirkan 2 narasumber yaitu Joni Eko Pranoto (mahasiswa sekaligus pemilik warung Indonesia di Islamabad) dan Ridha Rosida (alumni PPMI Pakistan, yang saat ini berprofesi sebagai Dosen di Universitas Pendidikan Indonesia/UPI), serta dipandu oleh Nurfia Arifin sebagai moderator. Pada kesempatan ini, Joni Eko Pranoto menggambaran sosok seorang ibu dari kacamata anak laki-laki. Ia menjelaskan bahwa “ibu adalah sosok yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Bagi saya sosok ibu itu seperti sepotong surga yang berjalan di dunia  الأمّ قطعة من الجنة تمشي على الأرض”

Pada kesempatan yang sama, Ridha Rosida menyampaikan bahwa orang tua tak selamanya ada. beliau berpesan “Pesan saya jika teman-teman masih memiliki ibu, mari bahagiakan mereka, mari memenuhi harapan yang mereka inginkan. Jangan pernah disia-siakan dan berbuat yang terbaik yang kita bisa. Mari tidak putus untuk saling mendoakan agar kita senantiasa disatukan nanti di jannahNya”.

            Acara ini mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari seluruh peserta yang hadir. Keberanian panitia untuk pertama kalinya membuat inovasi acara via daring ini memang perlu diacungi jempol. Dan akhirnya, semoga acara ini dapat menjadi tolak ukur bagi PPMI Pakistan untuk dapat mengembangkan acara-acara menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *