Peran dan Kebangkitan Wanita dalam Perbaikan Ekonomi-Sosial di Tanah Air Pasca Pandemi

Oleh : Ustadzah Dr. Oki Setiana Dewi, S.Hum., M.Pd.

Era sebelum RA Kartini identik dengan latar belakang wanita yang belum bisa produktif, tidak bisa berangkat sekolah dan tidak dihargai hak serta martabatnya. Tapi berkat perjuangan emansipasi beliau, kedudukan wanita Indonesia khususnya mengalami perubahan. Wanita bisa belajar dan mengenyam pendidikan yang setara dengan laki-laki tanpa membedakan antara kalangan bangsawan atau bukan.

Kehausan Kartini akan ilmu tidak hanya terbatas pada ilmu umum, tapi juga ilmu agama. RA Kartini lahir dalam keluarga dengan agama Islam. Ketertarikan beliau tentang agama digambarkan melalui surat beliau untuk temannya yang ada di Belanda, “Tentang Islam, apa yang bisa aku gambarkan? Bagaimana bisa aku mencintai agamaku, kalau sebenarnya aku belum memahami agamaku sendiri. Kami hanya mengerjakan apa yang diwajibkan tanpa mengetahui makna dari ibadah tersebut. Itu sama saja seperti aku belajar bahasa inggris, tanpa tahu maknanya.”

Akhirnya, perjalanan spiritual RA Kartini diawali dengan belajar tafsir al-fatihah kepada Kyai Sholeh Darat. Kekaguman beliau akan indahnya makna surat al-fatihah membuat beliau meminta Kyai Sholeh Darat untuk terus mengajarkannya lebih banyak lagi tafsir dari ayat-ayat al-qur’an.

Memperingati Hari Kartini harusnya merefleksi para wanita agar lebih semangat mencari ilmu. Karena dengan berilmu, kita bisa terarah untuk melakukan perubahan-perubahan termasuk perubahan untuk bangsa ini dengan memperjuangkan keberlangsungan kemerdekaan bangsa kita, Indonesia.

PERANAN WANITA/SHOHABIYYAH PADA ZAMAN RASULULLAH SAW

Selain Kartini, banyak sekali tokoh-tokoh wanita yang tercatat sebagai pahlawan Indonesia. Lalu bagaimanakah peranan wanita/shohabiyyah pada zaman Rasulullah SAW?

Dalam surat al ahzab memang benar tertulis bahwa wanita lebih baik bertempat di rumah. Tapi konteks menetap bukan berarti kita hanya berdiam saja. Sebaliknya, ketika sekitar kita membutuhkan peran kita, maka kita juga dapat berperan dan menjadi manfaat bagi sekitar kita.

Ada beberapa tokoh shohabiyah yang terkenal perannya pada masa Rasulullah SAW:

  1. Siti Khadijah
    Dari istri Rasulullah, Siti Khadijah, kita belajar bahwa beliau adalah saudagar kaya yang pandai mengelola keuangan keluarga. Kelihaian beliau dalam berbisnis membuat ruang lingkup perdagangan keluarganya semakin besar dan besar lagi. Setelah menikah dengan Rasulullah SAW beliau dengan ikhlas menginfakkan seluruh hartanya untuk dakwah Rasulullah SAW. Inilah peran Siti Khadijah di ranah publik. Lalu apakah beliau meninggalkan perannya sebagai istri dalam rumah tangga? Tidak. Siti Khadijah dalam rumah tangganya adalah seorang istri yang qurrota a’yun. Karakter beliau yang dewasa menyumbang peran besar sebagai penenang dan pendukung pertama Rasulullah SAW ketika berdakwah.
  2. Nusaibah Binti Ka’ab
    Nusaibah binti Ka’b dijuluki ummu umaroh. Beliau turut serta dalam perang uhud. Tadinya beliau hanya bertugas mengobati tentara muslim yangg terluka. Tetapi dalam perang uhud, beliau turun membantu kaum muslimin dan membantu menyelamatkan Rasulullah SAW menghadang serangan musuh. Setelah perang Uhud, beliau mendapat sekitar 12 luka sayatan akibat keberaniannya tersebut.
  3. Khaulah binti Azwar
    Khaulah binti Azwar dijuluki pedangnya Allah SWT dari kalangan wanita. Kala itu beliau membantu membebaskan saudaranya yang ditahan tentara Romawi. dengan gagahnya mengenakan pakaian serba hitam, melesat menaiki kudanya dan menyerang tentara Romawi dengan gagah berani.
  4. Siti Aisyah
    Siti Aisyah adalah istri Rasulullah SAW yang dijuluki humairoh. Beliau merupakan sosok yang terkenal sangat cerdas. Beliau belajar banyak ilmu dari Rasulullah. Setelah Rasulullah wafat beliau masih terus menyampaikan ilmu serta meriwayatkan banyak hadist yang telah beliau dapat selama masa hidup Rasulullah SAW.

Bergeser ke zaman sekarang, ada beberapa tokoh wanita yang ingin sekali saya sebutkan di sini, salah satunya Prof. DR. Dr. Rinawati R, SpA(K). Beliau akrab kami sapa dengan julukan Prof Rina. Secara langsung beliau menjadi pejuang Kartini modern dalam bidang kesehatan. Beliau mendirikan gedung NICU RSCM yang bertujuan untuk dijadikan tempat pulangnya para ibu dan anak yang memiliki sindrom atau keterbelakangan sejak lahir. Sehingga ibu dan anak tidak lagi khawatir untuk mencari tempat berobat yang terjamin.

PERAN WANITA DALAM PERBAIKAN EKONOMI-SOSIAL PASCA PANDEMI

Dalam islam, menjadi tulang punggung memang tugas para lelaki. Tetapi bukan berarti kita para wanita/istri tidak bisa melakukan apa-apa. Siapa bilang wanita tidak boleh memiliki harta sendiri? Boleh. Bahkan bagi sebagian orang yang sangat berhati-hati finansial mandiri menjadi sebuah kewajiban dalam hidup berkeluarga. Kendati demikian, kita harus tetap ingat bahwa istri berperan besar sebagai pelengkap suami bukan pengambil alih tugas suami sebagai tulang punggung.

Menurut beberapa psikologi wanita memiliki kelebihan multi-tasking. Kelebihan ini berdampak besar pada perbaikan ekonomi-sosial keluarga khususnya. Bagaimana tidak, tujuh dari sepuluh wanita yang berumah tangga, memiliki pekerjaan sampingan untuk sekedar tabungan pribadi, atau membantu ekonomi keluarga.

Maka dari itu, yuk mandiri dalam finansial. Agar kita bisa menebar manfaat lebih banyak kepada sekitar. Dengan finansial yang mandiri kita akan menjadi bebas untuk bersedekah lebih banyak, bisa juga mengisi kekosongan dengan berbisnis dari rumah saja.

Finansial mandiri adalah bukti nyata bahwa seorang istri tengah berikhtiar untuk mempersiapkan diri menghadapi takdir yang kelak diberikan Allah. Tidak selamanya suami/ayah kita bersama kita, apalagi di tengah pandemic tidak sedikit orang yang ditakdirkan oleh Allah meninggal, diPHK, atau harus gulung tikar usahanya. Keadaan seperti inilah yag dipersiapkan oleh istri yang mandiri dalam finansial.

Karena ini adalah salah satu ikhtiar mendapat ridho Allah, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika wanita ingin lebih produktif, diantaranya;

  1. Produktif dengan landasan tujuan yang bermanfaat.
  2. Mendapatkan izin dari ayah/suami
  3. Semakin produktif, harus menjadikan ia semakin tawadhu’. Tidak sombong dan ingat posisi sebagai makmum suami.
  4. Menerapkan adab islami dengan menutup auratnya, tidak ada ikhtilat, dan menjaga batasan-batasan berkomunikasi dengan lawan jenis
  5. Berfikir sebelum bertindak, “apakah ini akan diridhoi oleh Allah?”

TIPS MENJADI WANITA YANG IDEAL

Ideal sebenarnya sangat relatif, dalam hal ini kaitannya dengan peranan wanita. Ada beberapa tips agar seorang wanita bisa mengusahakan dirinya untuk menjadi ideal disetiap peran yang dijalaninya;

  1. Sebagai hamba Allah
    Hendaklah seorang hamba paham bahwa tugasnya adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan memahami peran tersebut akan mengantisipasi dirinya dari melakukan kemaksiatan atau kedzoliman kepada diri sendiri, orangg lain, apalagi kepada Allah SWT.
  2. Sebagai anak
    Anak haruslah berbakti pada kedua orangtuanya, birrul walidain. Dalam surah Luqman:14 dijelaskan bahwa berbuat baik kepada orangtua sangat ditekankan dalam agama Islam
  3. Sebagai istri
    Peranan ideal seorang istri adalah menjadi partner yang menyenangkan untuk suami, menjadi pandai agar bisa diajak mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah
  4. Sebagai ibu
    Ibu berperan penting mendidik generasi penerus. Kalau ibu tidak hebat dan tidak berilmu, maka bagaimana anak-anaknya menjadi generasi penerus yang hebat bagi umat bangsa dan agama.
  5. Sebagai anggota masyarakat
    Peranan wanita dalam masyarakat ditunjukkan dengan kesholihahannya. Wanita tidak bisa sholihah hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga harus berusaha bermanfaat untuk sekitar kita. Karena sejatinya masyarakat tidak dibangun hanya dengan satu orang saja, tapi bersama-sama.
  6. Sebagai warga negara
    Warga negara yang baik bukanlah mereka yang apatis terhadap urusan negaranya. Hal paing dasar yang bisa dilakukan seorang wanita ketika memainkan perannya sebagai warga negara adalah dengan menanamkan jiwa nasionalisme pada diri sendiri. Bagaimana caranya? Tentunya dengan mempelajari sejarah bangsa kita Indonesia. Yang kedua adalah senantiasa mengembalikan ilmu dan diri kita kepada Al-Qur’an. Karena jika kita meletakkan al-Qur’an sebagai pondasi kita berilmu dan bernasionalis, niscaya tidak akan ada lagi korupsi, atau pemangku jabatan yang menyelewengkan amanahnya.

TIPS MENGHADAPI TANTANGAN DI ZAMAN SEKARANG (5F)

Singkatnya, tidak hanya wanita tantangan zaman pasti dialami oleh semua umat Islam. Maka cara paling utama untuk menghadapi tantangan itu adalah memahami tantangan itu sendiri. Kita harus faham tantangan apa yang kita hadapi sehingga kita bisa melawan tantangan tersebut.

  1. Food : cari yang halal, karena makanan dan minuman yang masuk ke tubuh kita akan mempengaruhi segalanya. Termasuk juga akan sulit melakukan kebaikan bila ada makanan dan minuman haram yang dikonsumsi.
  2. Fashion : telah disebutkan dalam hadits; barang siapa yang mengikuti atau tasyabbuh kepada kaum lain, maka ia termasuk kaum tersebut. Jadikan islam sebagai kiblat kita. Jangan ikuti fashion dari luar terutama yang tidak menutup aurat. naudzubillah. 
  3. Fun: jauhi kesenangan yang fana di dunia. Cari kegiatan yang bermanfaat dunia dan akhirat.
  4. Facebook (atau social media lain): seorang muslimah cerdas dapat membedakan atau memfilter mana berita yang benar serta bermanfaat dan mana yang tidak.
  5. Faith: keyakinan dan aliran-aliran semakin banyak di zaman sekarang. Maka harus waspada dengan tetap memegang teguh Al-Qur’an dan hadist. Harus bisa teguh dengan keyakinan Islam di jalan yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *