Pemuda Militan untuk Negara yang Berkemajuan

Oleh: Achmad Fuad Fahmi
(juara 1 lomba menulis opini)

Negara Republik Indonesia memiliki aset yang berharga yaitu pemuda. Aset ini akan menjadi tonggak kemajuan Indonesia di kancah internasional. Aset ini tidak hanya disimpan, namun juga diasah, dididik, dibina agar kedepannya menjadi pemuda yang militan untuk negara Indonesia yang berkemajuan. Di era globalisai ini, Indonesia membutuhkan kiprah pemuda untuk memimpin, menyalurkan aspirasi, solusi untuk menyelesaikan ketimpangan yang terjadi di negeri ini.

Pemuda memiliki pengaruh besar dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara. Dulu, Presiden Soekarno mengatakan, berikan saya sepuluh pemuda, akan ku goncangkan dunia. ini bukan hanya sekedar semboyan, slogan, apalagi bualan. Ini adalah bentuk trust kepercayaan bahwa di tangan pemudalah tonggak kemajuan bangsa. bahkan Syaikh Mushthafa al-Ghalayaini dalam kitab ‘Izhatun Nasyi’in mengatakan, inna fi yadi al-syubban amral ummah wa fi iqdamihim hayataha. Terjamahan bebasanya, sesungguhnya seorang pemuda memiliki peranan penting dalam memajukan umat dan bangsa, mereka memiliki andil besar untuk memulai langkah perubahan yang lebih baik untuk negarannya.

Ciri Pemuda Militan

Seorang pemuda yang akan memimpin negara harus memiliki jiwa yang besar, bukan hanya mulut besar nnamun juga memiliki segudang ilmu dan wawasan yang cukup serta dilandasi dengan akhlaqul karimah. Selain itu ada beberapa ciri pemuda Militan yang sejatinya perlu disiapkan untuk generasi mendatang; Ikhlas, selalu mengambil inisiatif, mampu membuat jaringan kerja dan memanfaatkannya, dapat dipercaya, berkerja keras dan sungguh-sungguh, menguasai masalah dan dapat menyelesaikannya, memiliki integritas tinggi, memiliki nyali yang tinggi dan takut resiko, jujur dan terbuka, siap berkorban, tegas, cerdas dalam melihat, mendengar, mengevaluasi, menilai, memutuskan dan menyelesaikannya, mampu berkomunikasi dan baik dalam bermuamalah. (K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, Bekal Pemimpin, hal 45)

Ciri pemuda militan di atas bisa menjadi rujukan utama bagi generasi muda untuk mamajukan Indonesia menjadi negara Indonesia yang kuat dan berdaulat dalam semua bidang; baik dalam pendidikan, ekonomi, budaya dan lain sebagainnya. Karena pada saat ini, Indonesia sedang pada masa krisis kepemimpinan. Hal ini bisa terjadi karena tidak terpenuhi kriteria pemimpin yang didambakan oleh masyarakat Indonesia. lemahnya kepemimpinan ini akan menyebabkan bencana besar bagi negara seperti merosotnya beberapa sektor, baik di bidang pendidikan, ekonomi, budaya dan lain sebagainnya. Untuk mencetak pemimpin yang militan, Indonesia harus menyiapkan dengan matang, bukan hanya asal-asalan.

Harapan untuk Indonesia di Masa Depan

Untuk menjadikan negara Indonesia maju, tidak hanya dibutuhkan ilmu dan wawasan seorang pemuda semata tapi juga adab. karena adab adalah inti dari segala sesuatu. Al adabu fauqa al’ilmi (adab itu terletak di atas ilmu). Sebelum pemuda itu mempelajari ilmu, hendaknya dia mempelajari adab terlebih dahulu agar dapat memberikan suri tauladan yang baik kepada mereka yang dipimpinnya. Karena banyak pemimpin negara saat ini baik yang di usia muda maupun tua tidak memiliki adab sama sekali. Mengkorupsi uang negara dengan semena-mena tanpa rasa takut dan rasa malu. Padahal, secara jabatan atau gelar yang disandangnya ada yang sudah doktor, bahkan profesor. Oleh itu Indonesia tidak akan pernah menjadi negara maju jika dari sisi adab yang menjadi asas utama diabaikan begitu saja.

Berkaitan dengan hal di atas, Dr. Adian Husaini dalam sambutannya di suatu seminar mengatakan, “apa yang disebut dengan negara maju? Apakah karena insfrastrukurnya, pendapatan per kapitannya,” ujar beliau. Negara maju yang dimaksud beliau adalah negara yang menjadikan adab dan akhlaq menjadi landasan utama. Artinya tonggak kemajuan bangsa berawal dari pemuda yang memiliki adab yang tinggi. Tidak hanya pada rakyatnya, namun juga pada Tuhannya. Seorang pemimpin yang memiliki rasa taqwa yang tinggi, takut kepada Allah jika tidak bisa amanah, tidak bisa adil dalam memutuskan kebijakan, tidak bisa menyejahterakan rakyatnya, dsbg. Inilah kriteria pemuda yang layak menjadi pemimpin masa depan. Memiliki jiwa besar, ikhlas memimpin, pandai dalam berkomunikasi kepada siapapun dan tidak bersifat takabbur. Oleh sebab itu, kita sebagai pemuda militan harapan bangsa, hendaknya selalu meningkatkan kualitas diri baik dari segi sprituil yang meliputi akhlaq, adab, sopan santun dan materil yang meliputi penguasaaan di beberapa bidang keilmuwan yang holistic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *