NOTULENSI NGILMOE PERTEMUAN KE-2

المقام الثاني

صاحب الحوض المورود

فعن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه و سلم ( حوضي مسيرة شهر ، ماؤه أبيض من اللّبن ، وريحه أطيب من المسك ، وكيزانه كنجوم السماء ، من شرب منه لا يظمأ أبدا )

Kekhususan yang Allah anugerahkan hanya kepada Baginda Rasulullah SAW, dan bisa dirasakan juga oleh umatnya di hari akhir.

Manusia akan dikumpulkan dan jarak matahari hanya sejengkal dari atas kepala, di sana ada tempat yang biasa didatangi oleh orang-orang, yang di sanalah baginda Rasulullah SAW, akan memberi minum kepada umat-Nya dengan Tangan kanan Mulia.

Diceritakan oleh Rasulullah SAW sebuah telaga yang banyak didatangi manusia itu memiliki sifat :

– Luas telaganya yang apabila ditempuh perjalanan  menghabiskan waktu 1 bulan masa di akhirat.

– Airnya lebih putih dari pada susu

– Wanginya lebih wangi dari pada misk (minyak wangi di surga)

– Dengan cawan yang gemerlap seperti bintang-bintang di langit, bagi siapa yang meminumnya sekali Saja dari telaga Rasulullah SAW maka ia tidak akan merasa

Kehausan sepanjang hidup di hari akhir.

Air telaga Rasul dialirkan dari  surganya Allah dan air telaga ini di sambungkan dari 2 pipa; 1 dari emas dan 1 lainnya dari perak (telaga kautsar)

المقام الثامن والثلاثون

الوسيلة العظمى

Alwasilatul ‘Udzma.

Rasulullah SAW sebagai wasilah paling Agung di antara wasilah-wasilah lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Banyak wasilah kebaikan yang dianjurkan dalam Islam untuk taqorrub (mendekatkan diri) seperti puasa, shalat, zakat dan ibadah-ibadah lainnya. Serta Mencintai Rasulullah SAW, menyertakan Rasulullah dalam setiap doa, membaca Shalawat, berziarah ke Makam Rasulullah SAW merupakan perantara paling Agung untuk mendekatakn diri kepada Allah SWT.

Dalam surat Al-Maidah ayat 35 dijelaskan bahwa mencari perantara untuk taqorrub adalah wajib, dalam kalimat

وابتغوا إليه الوسيلة

artinya carilah perantara untuk jalan kepadaNya (dekat dengan Allah) Berarti wajib kepada kita untuk mencari perantara yang mengantar kita pada tingkat kemuliaan yaitu dekat dengan Allah. Dan perantara yang paling Agung ialah Baginda Rasulullah SAW.

Bershalawat merupakan tawasul kita, berziarah merupakan tawasul. Bershalawat dan berziarah ke makam Rasulullah SAW bukan kemusyrikan sebagaimana yg ditafsirkan oleh sebagian kelompok bahwa ziarah Rasulullah SAW sama halnya dengan menyembah Rasulullah SAW.

Kita shalat dengan tujuan untuk dekat dengan Allah, bukan berarti kita menyembah shalat, begitupun yg lainnya.

Dalam ayat

ولو أنهم إذ ظلموا أنفسهم جاؤوك فاستغفروا الله واستغفر لهم الرسول لوجدووا الله توابا رحيما

surat Annisa 64.

Allah SWT dalam firman-Nya menjelaskan bahwa siapa saja dari Umat Rasulullah SAW yg menganiaya dirinya (berbuat dosa) kemudian mendatangi Rasulullah Saw (bertawasul) untuk memohon ampun kepada Allah maka tentulah Allah akan memberi ampunan bahkan memberi kebaikan2 lainnya selain ampunan-Nya.

Dan telah hadir di tengah kita pertentangan mengenai wajib dan haramnya bertawasul, berangkat dari hadits tentang seorang yg buta lalu mendatangi Rasulullah SAW dan meminta didoakan untuk kesembuhan matanya, Allah mendo’akannya dan laki-laki buta itu berdoa “Ya Allah aku memohon kepadamu dan menghadap kepadamu dengan wasilah Kekasihmu Muhammad SAW maka sembuhkanlah aku”

Kemudian Allah SWT mengabulkan permintaan laki-laki buta berkat kemuliaan Baginda Rasulullah SAW.

Lalu lahirlah pemahaman bahwa bertawasul kepada Rasulullah Saw pada saat Rasulullah SAW masih hidup itu hukumnya Boleh, dan haram bertawasul kepadaNya setelah Baginda Rasulullah Wafat. Dan ini tentu keliru, apabila kita meyakini bahwa Pemberian Allah itu akan terkabulkan dengan sebab tawasul saat Rasulullah SAW masih hidup sama halnya dengan meyakini bahwa Pemberiaan yg datang itu dari Rasulullah SAW, dan meyakini bahwa Pemberian Allah SWT dan Kemuliaan Rasulullah SAW ada batas waktunya.

Mari kita cerna, Pemberian yg kita dapatkan seutuhnya sepenuhnya bersumber dari Allah SWT. Dan Rasulullah SAW kedudukannya tidak pernah sedikitpun berubah tetap menempati kedudukan tertinggi pada kemuliaan-Nya. Artinya, baik Rasulullah SAW masih hidup atau telah wafat kemuliaanya tidak akan pernah hilang, keagunganya tetap paling Agung, kedekatanya dengan Allah ‘Azza wa Jalla tetap paling dekat. Jadi bertawasul kepada Rasulullah SAW tidak mengenal waktu (sebelum atau sesudah wafat) juga tidak mengenal tempat.

Kisah masyhur yang berkaitan dengan Keagungan Rasulullah sebagai Perantara teragung dan termulia adalah kisah pengampunan Nabi Adam AS.

Sebagaimana yg kita tahu, kisah Nabi Adam AS dan Sayyidah Hawa yang memakan buah dari pohon tersebut setelah Allah SWT melarang keduanya bahkan untuk mendekati pohon khuldi. Kemudian Nabi Adam AS memohon ampun kepada Allah SWT “yaa Allah dengan kebenaran Muhammad SAW, Engkau pasti mengampuniku. Allah SWT bertanya : bagaimana engkau mengetahui Muhammad Saw?! Nabi Adam AS menjawab : Ketika Engkau ya Allah menciptakanku dengan Kekuasaanmu dan Engkau tiupkan ruh ke dalam jasadku lalu aku mengangkat kepalaku dan aku melihat ke atas tiang-tiang Arsy tertulis

لا اله إلا الله محمد رسول الله

Dan aku mengerti, sesungguhnya Engkau tidak menyandarkan Nama-Mu , kecuali makhluk yang paling Engkau cintai. Allah berfirman : Engkau benar wahai Adam. Dan andai bukan karena Muhammad SAW AKU tidak akan menciptakanmu.

Dari kisah penutup ini, kita mengetahui Kemuliaan dan keistimewaan Baginda Rasulullah SAW. Makhluk semulia Nabi Adam AS pun bertawasul dengan Baginda Rasulullah Saw dalam memohon ampun. Maka sudah seharusnya kita menyertakan selalau Baginda Rasulullah SAW dalam hati kita, fikiran, dalam doa dan dalam keadaan apa pun.

Alhamdulillah atas nikmat tak terhingga yang mana Allah menjadikan kita sebagai Umat Nabi Muhammad SAW, Umat yang penuh dengan kemuliaan dari Nabi-Nya, umat yang istimewa dari Keistimewaan Nabi-Nya, Umat yang diampuni karena permohonan ampun dari Nabi-Nya.

Sebagaimana Pujian Imam Abu Azaim RA.

سِرُّ الوُسُولِ إِلَى الجَنَابِ العَالِى # حُبُّ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ وَ الآلِ.

Rahasia sampainya kita pada kedudukan yang tinggi (dekat dengan Allah SWT) adalah diawali dengan cinta kepada Rasulullah Saw dan keturunan-Nya.

Wallahu’alamu bissowab

اللهم صل و سلم و بارك على حبيبك المصطفى الوسيلة العظمى لنيل الفضل والإكرام.

_Allahumma Shalli wasallim wa baarik ‘ala Habibikal Musthafa Al-Wasilatul ‘Udzma linailil fadhli wal ikram._

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *