Kegiatan Diskusi antar Mahasiswa PPMI Pakistan 01


“Forum Diskusi antar Mahasiswa PPMI Pakistan Menyikapi Insiden Tol Cikampek KM 50”

#DISKUSI adalah lagu terbaik untuk kita dengungkan.

Islamabad (20/12/2020) mahasiswa PPMI Pakistan mengadakan kegiatan yang dinamakan Forum diskusi antar mahasiswa PPMI Pakistan dalam Menyikapi Insiden Tol Cikampek KM 50 yang diadakan oleh Departemen Keilmuan DPP Islamabad dan DPD PPMI Pakistan. Kegiatan ini bertujuan untuk ajang silaturrohmi dan melatih antar mahasiswa untuk berdiskusi ketika ada hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. –berita

Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi. Dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia atau DUHAM, menghilangkan nyawa manusia tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Dalam hukum perundang-undangan di Indonesia, menghilangkan nyawa manusia dijelaskan dengan syarat setelah melalui seluruh mekanisme yudisial hingga diputuskan di meja hijau.

Beberapa hari lalu, tepatnya 10 Desember dunia baru saja merayakan Hari HAM Sedunia. Belum usai dunia dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19, terjadi insiden yang disayangkan, yaitu penembakan terhadap 6 anggota pengawal Habib Rizieq Shihab. Insiden ini kemudian dikenal dengan insiden Tol Cikampek KM 50 oleh lokataru foundation. Insiden ini mengundang sorot publik dan hampir seluruh elemen masyarakat. Mulai dari aktivis HAM, LBH, bahkan Amnesty Internasional, Mahasiswa/i Tak terkecuali Mahasiswa/i di PPMI.

Kejadian ini menimbulkan polemik yang begitu panjang, terlebih adanya perbedaan keterangan pers yang bertolak belakang antara pihak kepolisian selaku penyelidik dan pihak ormas FPI selaku yang diselidiki. Perbedaan ini menjadi salah satu kejanggalan di tengah-tengah kejadian yang disayangkan ini. Mengapa terjadi perbedaan keterangan di antara dua pihak? Siapa yang benar dan siapa yang salah? siapa yang disengaja dan siapa yang tidak disengaja? Apakah ini direncanakan atau spontan? Dan segala macam pertanyaan yang menyebar di kalangan masyarakat.

Dengan seperti ini, bagian keilmuan DPP PPMI ingin mengadakan semacam diskusi antar mahasiswa dan mahasiswi yang menitik beratkan pada insiden ini secara objektif, secara kemanusiaan, dan secara menyeluruh. Kebebasan berekspresi dan berpendapat kita dilindungi oleh undang-undang. Kita memang mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri, tetapi kita dengan ini berusaha mencari sebanyak mungkin referensi yang menjadikan ini melatih kita untuk selalu berdiskusi. Diskusi adalah salah satu cara terbaik menyelesaikan masalah. –artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *