Kajian Inspirasi Ramadhan 1

Hari, Tanggal : Rabu, 14 April 2021

Waktu             : 17.00 – 18.45 PKT

Narasumber     : Prof. H. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D.

Sambutan        : Adam M. Tugio, S.H., LL.M.

Moderator       : Fajar Islami Human

Qori                 : Aulia Hifdzur Rahman

Notulen           : Savira Alfany Hasna

“Keseimbangan dalam Islam”

A. HAKIKAT ISLAM

  1. Islam diturunkan kepada para Nabi dan Rosul sebagai syariat untuk mengatur kehiduap manusia sesuai dengan fitrah penciptaannya, bukan untuk mengatur kehidupan hewan, malaikat atau pun alam semesta. 
  2. Islam sebagai agama samawi, agama langit, agama yang mengajarkan tentang keselamatan, keselamatan dunia dan keselamatan akhirat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 201 :

وَمِنْ هُمْ مَّنْ ي قُوْلُ رب نآ اتنا فِِ الدُّنْ يا حَسَنةً وَّفِِ الْْٰخِرةِ حَسَنةً وَّقنا عَذَابَ النارِ

Yang artinya : ”Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Dari ayat diatas islam mengajarkan kita untuk “ HIdup di dunia harus bahagia, hidup diakhirat juga harus bahagia dan terhindar dari api neraka”

3. Islam agama yang menciptakan dan memberi keselamatan, ketenangan dan kedamaian untuk diri umatnya, orang lain dan alam sekelilingnya . Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori no. 10 :

  المُسْلمُ مَنْ سَلمَ المُسْلمُونَ مِنْ لسَانهِ وَيدِهِ

Umat islam akan menjadi umat yang terbaik karena memnyampaikan ketenangan dan kedamaian bukan menjadi islam yang membuat onar, umat islam tidak akan mencelakakan orang lain dan menodai soadaranya sendiri.

4. Bukan islam kalo tidak memberikan kedamaian. Islam tidak menjadikan teror sebagai ajarannya.

B. UMMAT ISLAM

1. Umat pertengahan

قال تعالى : وكَذٰلكَ جَعَلْنٰكُمْ امَّةً وَّسَطا ل تكُوْن وْا شُهَدَاۤءَ عَلى الناسِ وَيكُوْنَ الرسُوْلُ عَليْكُمْ شَهِيْدًا

Artinya :“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul

(Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”

Pada ayat diatas disebutkan bahwasanya umat islam adalah umat wasatiyah, umat pertengahan. Umat yang tidak diciptakan hanya condong pada urusan dunia saja atau hanya urusan akhirat saja. 

2. Umat islam diperintahkan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran. Dalam firman-Nya :

وَْلتكُنْ  مِنْكُمْ امَّةٌ يدْعوْنَ الَى الْْيِْْ وَيََمُروْنَ بِِلْمَعْروْفِ وَي نْ هَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ ۗ  وَاولِٰٕۤىكَ هُمُ المُفْلحُوْن

Artinya      : “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”

3. Umat islam adalah umat yang dilabeli sebagai umat terbaik, karena 3 hal : 

  • Berani menyeru kepada yang ma’ruf
  • Mencegah dalam kemungkaran
  • Beriman kepada Allah SWT

4. Umat islam diingatkan untuk bertakwa yang sebenar-benarnya dan tidak boleh meninggal kecuali dalam keadaan islam atau berserah diri.

C. ISLAM DAN PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI 

1. Ketika langit,bumi dan apa yang ada diantaranya diciptakan semua dalam keadaan islam atau berserah diri kepada Allah SWT. Mereka taat dan tunduk pada aturannya. Dalam surat Ar-Ra’ad ayat 15, Allah SWT berfirman :

۩ وَلِلَّهِ يسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْارْضِ طوْعًا وََّكرهًا وَّظِلٰلهُمْ بِِلغدُ وِ وَالْْٰصَالِ

Artinya : “Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari”

2. Allah mengabarkan tentang rencana penciptaan makhluk baru kepada malaikat yang membuat ketenangan langit dan bumi terusik.
– Pada awalnya malaikat menanyakan alasan pencitaan manusia, tidak ada pertentangan setelah adanya penjelasan. Ini dikarenakan malaikat yang telah berserah diri kepada Allah
– Namun lain halnya dengan iblis, didasari sifat takabur yang merasa bahwa iblis lebih baik dari manusia dari penciptaannya yang membuat ia tidak mau berserah diri atas perintah Allah SWT, membuat iblis harus diusir dari surga.

3. Kehadiran iblis dikehidupan manusia sebagai penyeimbang. Penyeimbang untuk menguji ketaatan dan syukur manusia kepada Allah SWT.
– Apakah kita akan menjadi orang yang bersyukur atau menjadi kufur ??
– Dalam setiap pengujian makhluk-Nya, Allah SWT selalu menyediakan 2 jalan atau pilihan.

وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِ

Artinya : “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)”Al- Balad : 10
Allah sudah membuat Islam sebagai kondisi ketentraman dan kedamaian alam.

D. PETUNJUK KEHIDUPAN

1. Tujuan hidup yang sesungguhnya adalah akhirat

  • Akhirat sebagai kampung abadi , yang mana lawan dari tidak abadi adalah dunia (sementara). Ini merupakan salah satu keseimbangan yang Allah SWT ciptakan.
  • Bersungguh-sungguh untuk menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat – karena akhirat lebih baik 
  • Akhirat lebih baik daripada dunia
  • Gambaran tentang kenikmatan akhirat tidak pernah bisa di gambarkan, termaktub dalam Al-Qur’an surat Muhammad ayat 15.

مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِی وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ فِیهَاۤ أَنۡهَـٰرࣱ مِّن مَّاۤءٍ غَیۡرِ ءَاسِنࣲ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّن لَّبَنࣲ لَّمۡ یَتَغَیَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّنۡ خَمۡرࣲ لَّذَّةࣲ لِّلشَّـٰرِبِینَ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّنۡ عَسَلࣲ مُّصَفࣰّىۖ وَلَهُمۡ فِیهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَ ٰ⁠تِ وَمَغۡفِرَةࣱ مِّن رَّبِّهِمۡۖ كَمَنۡ هُوَ خَـٰلِدࣱ فِی ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَاۤءً حَمِیمࣰا فَقَطَّعَ أَمۡعَاۤءَهُمۡ

”Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?” (Q.S. Muhammad : 15)

Allah mengilustrasikan keindahan surga agar kita merasa ingin dan berlombalomba untuk mendapatkan kehidupan yang indah, nikmat dan abadi di akhirat.

2. Di sisi lain allah mengingatkan kita bahwasanya :

  • Dunia adalah tempat transit menuju akhirat, tidak akan mencapai pada keindahan akhirat sebelum lulus dari kehidupan dunia.
  • Jangan lupa bagian hidup di dunia, jangan sampai kita terlalu focus pada kehidupan akhiraan dan mengabaikan kehidupan kita di dunia.
  • Dunia adalah masa untuk berbekal menuju akhirat. Maka, kejar dunia secukupnya.
  • Mempersiapkan bekal yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula, begitu sebaliknya.

3. Kita tahu bahwasanya akhirat adalah tempat kita pulang, dalam memepersiapkan kepulangan kita ada dua dimensi yang harus kita siapkan didunia. 1) Dimensi Habluminallah 2) Dimensi Habluminannas

  • Ini adalah sebuah perwujudan dari sebuah keseimbangan
  • Allah tidak mengajarkan untuk mengutamakan satu dimensi saja, tapi seimbang antara keduanya.

E. SHAOM RAMADHAN 

  1. Shoum Ramadhan adalah masa untuk kontemplasi, layaknya kepompong yang akan berproses menjadi kupu-kupu cantik dan indah yang sebelumnya adalah seekor ulat  menjijikkan. Pada bulan Ramadhan tuntutan bagi umat muslim agar lebih banyak menghabiskan waktunya untuk Allah . Berlomba lomba dalam kebaikan agar ketika selesai masa bulan Ramadhan ia keluar dengan keadaan yang suci.
  2. Shoum Ramadhan menyeimbangkan pemenuhan nafsu dan hasrat lahiriah dan batiniah. Makan, minum, syahwat serta hasrat lainnya yang berorientasi pada urusan duniawi dapat dikendalikan ketika dalam keadaan berpuasa.
  3. Shoum Ramadhan sebagai perwujudan hakiki dari habbluminallah dan  habluminanns. Kaifiyah dan keikhlasan niat menjalankan puasa langsung hanya kepada Allah SWT, dan wujud dari implementasi ketulusan niat akan tampak dengan tindakan nyata berupa kepedulian sosial.
  4. Shoum Ramadhan sebuah ikhtiar total untuk mencapai islam yang kaffah. Islam yang sempurna. Kesempurnaan umat islam ditandai dengan sifat-sifat orang yang bertakwa, dalam firman-Nya :

وَٱلَّذِینَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوۤا۟ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن یَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ یُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمۡ یَعۡلَمُونَ

Artinya : “dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Ali ‘Imran : 135)

Dari ayat di atas, orang yang bertakwa bukan berarti dia tidak pernah berbuat berdosa, tapi ia mengingat bahwa yang ia kerjakan adalah sebuah dosa, maka ia berhenti memohon ampunan dan bertaubat atas dosanya.

Orang bertakwa memiliki jiwa yang tenang dan diberi 3 jaminan oleh Allah, yaitu:

  1. Mempeoleh kesulitan hidup Allah berikan jalan keluar dari kesulitan itu.
  2. Diberikan rejeki diri rejeki yang tidak disangka-sangka. 
  3. Allah cukupkan segala keperluan hidupnya.

Sebagai manusia pasti memiliki rasa kecewa, apalagi ketika gagal dalam sebuah pencapaian.  Jangan pernah melakukan sesuatu dengan jalan pintas yang tidak sesuai, kerjakan dengan baik dan usahakan dengan baik kemudian bertawakallah pada Allah SWT.

SESI TANYA JAWAB :

1. Dari Sdr. Muhammad Wahyudi

Apakah konsep keseimbangan (tawazun) dan keadilan (‘adalah) itu ada kesamaan ? dan apakah adalah sama dengan equality dan balancing ??

Jawaban : Bicara tentang tawazun dan adalah apakah sama ? dan apakah adil sama dengan equality dan balancing ? pasti jawabannya tidak. Karena bicara tentang adil bukan bicara tentang sama rata sama rasa. Contohnya : Ketika saya memiliki 3 anak dengan usia yang berbeda, tidak mungkin 3 anak saya saya beri uang dengan jumlah yang sama. Memang balance tapi itu tidak adil. Contoh lagi, ketika kita mengenakan kopiah dikepala, ini adil namanya karena memang kopiah tempatnya dikepala. Atau mungkin kita akan menempatkan kopiah dilutut kita karena untuk menutupi bencolan dilutut ketika dudukm, nah ini tidak adil. Jadi konsep adil adalah menempatkan sesuatu perkara atau hukum itu sesuai dengan tempat dan kemestiannya.

Bahkan untuk diri kita sendiri memiliki haknya. Hak untuk istirahat, berkerja dan beribadah. Maka tunaikanlah kita dengan adil dan seimbang. Tujuan hidup kita adalah untuk bahagia di dunia dan masuk surga di akhirat. Sebanarnya tidak seimbang antara ibadah kita di dunia yang kurang lebih hanya 50 – 60 tahun dengan kenikmatan surga yang abadi, jika ini bukan karena rahmat Allah SWT pasti tidak seimbang ganjarannya. Tapi Allah SWT Maha Adil yang dengan rahmat-Nya Allah beri kenikmatan surga bagi hamba yang taat. Dan allah juga menghukum manusia yang tidak beriman di dalam neraka. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *