Kajian Inspirasi Ramadhan 3

Hari, Tanggal : Ahad, 25 April 2021

Waktu             : 17.00 – 18.45 PKT

Narasumber     : Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, M.A.

Sambutan        : Adam M. Tugio, S.H., LL.M.

Moderator       : Adam Ridho Muzakki

Notulen           : Eka Saryanti, S. Hum.

“PERAN AL-QUR’AN DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT MADANI”

Masyarakat Madani dapat diartikan sebagai masyarakat yang berperadaban atau disebut dengan (civilize society), yang memegan erat kaitannya dengan nila-nilai yang beradab.

Alqur’an sudah jelas dapat membangun masyarakat madani. dan sudah begitu jelas bahwa alquran adalah kitab suci yang sangat luar biasa, bahkan Alqur’an pun diturunkan dibulan Suci Ramadhan seperti Suhuf Ibrahim, Zabur, Kitab Taurat pada hari ke 12 bulan ramadhan, dan Alqur’an hari ke 17 Ramadhan yang sering kita kenal dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Allah menginginkan manusia untuk hidup di alam ini dengan sebaik mungkin, dan Alqur’an menjadi bagian amat yang sangat penting untuk dipegang oleh setiap Insan dimuka bumi ini. Alquran bukan hanya berisi tentang perintah-perintah saja, didalam alquran juga berisi tentang histori-histori sebelumnya yang terjadi pada masa lalu. Di dalam Alqur’an juga terdapat perintah.

Seperti : Anjuran yang kita ketahui dalam sebuah petikan ayat yang berbunyi : لعلكم تتقون agar kalian semua bertakwa. yang merupakan perintah dalam Alqur’an untuk orang-orang agar bertakwa. Dalam konteks membangun Masyarakat Madani Allah memerintahkan manusia untuk melakukan Seperti : hal-hal yang terkait dengan apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita, memelihara kehidupan di muka bumi dengan baik, menunjukkan hak-hak kita dimuka bumi ini, dan lainnya. Alquran diturunkan oleh Allah S.W.T. sebagai Alat, yang merupakan sebagai petunjuk untuk membangun Masyarakat Madani. hal tersebut itu, sama dengan kita mengamati apa saja yang diperintahkan Allah untuk kehidupan manusia dengan baik,  karena kita merupakan makhluk Allah kepada yang melata diatas muka bumi. Bumi ini juga merupakan Makhluk Allah yang kita tumpangi untuk hidup selama hidup, hingga kita mati.

Ada tiga kategori yang paling penting dalam Perintah Allah :

  1. Ibadah : Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepadanya, ibadah yang telah ditentukan dalam Alqur’an dan Hadist, ada yang namanya Ibadah Mahdah seperti : Sholat, Berpuasa, Puasa Sunat Senin Kamis, Puasa Nabi Daud, Puasa Nisfu Sya’ban Membayar Zakat, dan lainnya. Pembagiannya ada dua Ibadah yaitu Ibadah Mahdoh dan Ghairu Mahdoh baik yang tertulis maupun tidak tertulis seperti kita harus Berbakti kepada Kedua Orang tua, Menyayangi yang lebih muda, berkata-kata yang baik, Menghormati yang lebih tua, Toleransi dalam Beragama, Toleransi terhadap Suku, Ras Etnis, dll. Ini merupakan bagian dari Ibadah Mahdoh.
  2. Menjadi Khalifah : Allah memerintahkan kita untuk menjadi Pemimpin dalam mengatur, memanage, memimpin nafsu kita sendiri, mengatur apa yang ada dalam diri kita, pada keluarga kita, Seorang RT juga mengatur hal yang ada didalam RT. Seorang pemimpin, seorang Bapak menjadi Khalifah didalam rumah tangganya, Seorang Ibu menjadi Pendidik bagi anak-anaknya. Pak RT, Pak Lurah, Pak Presiden. Ia adalah Khalifah yang harus mengatur semua isi dalam sebuah daerah, kelurahan, dan negara.
    Bahwa kita diperintahkan untuk beribadah dalam membimbing diri kita, Hasad dalam diri, Ambisi, itulah bentuk yang menjadikan kita sebagai seorang khalifah.
  3. Membangun Peradaban di Muka Bumi ini (memakmurkan isi bumi), seperti menjadi Ta’mir di Masjid atau Mushalla karena kita sebagai Manusia hanya menumpang diatas Muka Bumi yang diberi kesempatan untuk melata dan diperintahkan untuk menjaga muka bumi ini dengan baik. Khususnya yang berada di Pakistan saat ini yang mana cuacanya masih dingin, jika ada Nyamuk atau Lebah yang menempel dipipi kita pasti kita akan menamparnya Padahal Ia juga merupakan Makhluk Allah di Muka Bumi ini yang mencoba mencari makan diatas muka kita, coba kalau saja bumi ini dirusak isinya, dengan mengkeruk untuk kepentingan pribadi manusia sendiri tanpa memikirkan dampak kepada makhluk sekitarnya. Maka, jangan salahkan bumi jika terjadi longsor, banjir dimana-mana, Gunung-Gunung meletus. Itu semua karena ulah dari keserakahan manusia itu sendiri. yang seharusnya kita menjadi Ta’mir diatas muka bumi ini dengan Cara Memakmurkan isi Bumi sebaik mungkin. Seperti yang di firmankan oleh Allah S.W.T dalam sebuah surat yaitu Surat Az Zalzalah Ayat 1-Selesai. Alquran menceritakan bagaimana Manusia harus menjalankan tugasnya dimuka bumi ini, tapi malah sebaliknya manusia itu sendiri tidak mengaturnya, dia keruk isi muka bumi ini, merusak isi bumi, serakah akan hasil bumi. Bumi tidak marah, hanya saja ia tetap berdo’a kepada Allah dengan apa yang telah dilakukan manusia di muka bumi ini. Manusia menjadi pemimpin tapi lupa akan tugasnya memakmurkan rakyatnya.

Ada tiga tugas manusia dan Allah pun memberikan bantuan kepada kita.

Andai kita sadar akan seruan Allah !!! Hei… Manusia kamu harus membawa masyarakat menjadi lebih toleran, moderat, saling menghormati, saling menghargai, karena Allah telah memberikan tiga alat yang saya intisarikan dengan Tiga N yang dimaksud adalah :

  1. Niat yg soleh, yg bersih, apa itu niat? Ittention
  2. Nalar : Intelektualitas, akal, pikiran, logika, kecendekiawaan. Buat apa kita belajar jauh-jauh seperti di Pakistan, Mesir, Tuisia, Azerbaijan, dan lainnya. jika tak menggunakan akal. Adapun N yang kedua untk membangun masyarakat madani, beribadah, membangun kekhalifahan dalam kehidupan kita.
  3. Nurani yaitu cahaya kebaikan yang dimasukkan kedalam diri manusia, bagi orang Hindu, Kafir Quraisy, Dubes, Mahasiswa, dan lainnya. Semuanya dimasukkan inti dari manusia, cahaya kebaikan. Tapi sayangggg, sayangggg, seribu kali sayanggggg manusia tidak mudah menggunakan cahaya kebaikan dalam dirinya yang telah diberikan oleh Allah S.W.T. dapat kita ambil permisalan seperti Bola lampu yang jika tertutupi oleh debu maka cahaya yang dipantulkannya tidak cerah. tertutupi oleh keserakahan, kemungkaran, hawa nafsu. maka cahaya yang diberikan Allah tidak bisa digunakan.

Jikalau kita melaksanakan tiga tugas ini, maka kita akan diberkan bonus oleh Allah kepada kita seperti terbentuknya masyarakat madani. Ada tiga C yang juga saya singkat :

  1. Citra sebagai khalifah, ta’mir yang baik membangun peradaban maka Allah akan mengangkat citra kita. Apa itu citra? Marwah kita diangkat oleh Allah SWT. Tidak perlu pencitraan tapi Allah akan mengangkat Citra kita, apabila kita menggunakan dengan baik maka akan diangkat.
  2. Cita-cita kita, mimpi-mimpi kita akan Allah kabulkan dengan mudah. karena Allah tahu kita melakukan tugas yang telah diperintahkan kepada kita dengan baik.
  3. Cinta Ilahi: kita tidak pernah meminta cintanya, kita hanya menginginkan kepada rezekinya, kita melaksanakan sholat tahajjud, kita minta keluarga kita mendapatkan yang baik-baik saja. tapi kita lupa meminta cintanya kepada Allah SWT. Muhammad yang menerima perintahnya Isra’Mi’raj dan diantar oleh Malaikat Jibril. Nabi Muhammad dipersilahkan untuk naik ke baitul makmur oleh Allah, ketika beliau disuruh masuk kesana Nabi Muhammad mengajak Jibril, tapi Jibril berkata hanya Engkau Ya Rasul, sebagai Kekasih Allah. Hanya beliau lah makhluk satu-satunya yang berhak bertemu dengan Allah. Nabi Muhammad diberi tugas sholat untuk dilakukan oleh umatnya, awalnya sebanyak 50 raka’at, maka Nabi Muhammad turun ke bumi dan menyampaikan kepada Malaikat Jibril, dan Ia mengatakan ini masih terlalu berat Ya Rasulullah, kemudian Nabi Muhammad kembali naik kelangit dan meminta keringanan atas Jumlah Raka’at sholat yang Allah berikan, hingga Allah tetapkan menjadi lima waktu dalam sehari. Nah, begitulah peristiwa Isra’Mi’raj yang Rasulullah alami. Subhanallah kita patut bersyukur kepada Allah karena kita merupakan umatnya Nabi Muhammad yang sangat beruntung. Oleh sebab itu, Mari kita berharap untuk membangun peradaban di muka bumi ini, dengan apa?  Dengan meraih Cintanya Allah.

Kita beribadah sebaik-baiknya selama hidup di muka bumi ini ada yang berupa Ibadah Mahdoh dan Ghairu Mahdoh. dan juga kita menjadi makhluk atau khalifah dimuka bumi yang mana kita sudah menumpang dimuka bumi ini dengan cara memelihara apa yang ada di dalam muka bumi ini seperti membangun civilize society. Jika hal tersebut kita laksanakan dengan baik dan benar maka, kita akan mendapatkan Tiga C yaitu Citra, Cita-cita, dan Cinta Sang Ilahi.

Oleh karena itu, dalam bulan Suci Ramadhan ini, marilah kita mengharapkan Cintanya Allah yang begitu banyak. Sebagaimana cintanya kepada Rasul kita Nabi Muhammad SAW. Dan diakhir penutupan pemateri memanjatkan harapan kepada Allah SWT yang berisikan : “Ya Allah cintailah aku sebagaimana engkau mencintai rasulmu, mencintai makhlukmu, mencintai seluruh isi alam yang telah engkau ciptakan baik di darat, laut maupun yang ada di langit.

Kita hidup didunia semuanya telah disampaikan dalam Alqur’an, kita diperintahkan untuk beribadah, baik ibadah mahdah maupun ghairu mahdah, untuk menjadi khalifah, menjadi ta’mir dalam artian sosok yang memakmurkan suatu amal kebajikan. Dan tiga hal alat itu yang harus kita terapkan dan telah tertera di atas dan harus ada dalam kehidupan kita. Jika sudah menjalankan tiga hal tersebut maka, citra kita diangkat, cita-cita kita dikabulkan, dan cinta dari Allah kita dapatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *