EKSPEKTASI VS REALITA DI NEGERI ALI JINNAH, PAKISTAN

Setiap Negara pasti punya ‘image’ tersendiri di mata setiap orang, baik itu melalui berita, cerita dari orang ke orang, sosial media, ataupun pengalaman pribadi. Sebelum saya memutuskan untuk melanjutkan studi di negara ini, tentu saja saya mempunyai gambaran dan ekspektasi saya sendiri mengenai Pakistan. Namun sesampainya disini dan memperhatikan langsung bagaimana suasana negara ini yang sebenarnya, tentu saja tidak semua gambaran dan ekspektasi saya sesuai dengan apa yang sebelumnya saya pikirkan.

                Pakistan, tentunya mempunyai budaya dan adatnya sendiri, dan itulah salah satu hal yang membuat saya mengalami “Culture Shock“. Pakistan memang tidak terlalu berbeda dengan Indonesia, bisa dibilang bahwa Pakistan adalah Indonesia di era 90-an.

Salah satu hal yang berbeda adalah makanan. Makanan pokok warga Pakistan bukanlah nasi, melainkan Paratha dan Roti yang terbuat dari gandum. Terkadang, mereka juga mengkonsumsi nasi tetapi tidak setiap saat. Nasi yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat adalah ‘Nasi Biryani’ yang terbuat dari beras basmati dan dimasak dengan campuran bumbu khas mereka. Warga Pakistan juga memiliki bumbu dengan cita rasa yang unik karena menggunakan rempah-rempah khas mereka yang biasa disebut ‘Masala’.

                Warga Pakistan sangat menyukai ‘Chai’ atau Teh Susu berempah, yang merupakan minuman tradisional khas Pakistan, India dan beberapa daerah Asia Timur. Terkadang kapulaga dan rempah-rempah lainnya juga ditambahkan pada teh susu tersebut pada acara–acara khusus. Faktanya, Pakistan adalah negara dengan impor teh terbesar ketiga.

                Tidak hanya itu, ternyata warga Pakistan terkenal sangat ramah, karena mereka begitu terbuka dengan sesamanya, bukan individualisme, tapi kolektivisme. Mereka juga sangat ramah terhadap tamu, turis, pengunjung domestik maupun internasional. Mereka akan manyambut para tamu dengan senang hati. Karena, mereka meyakini bahwa dengan memuliakan tamu, mereka akan mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT, sehingga mereka memberikan yang terbaik untuk tamunya.

                Warga Pakistan juga sangat menyukai olahraga, terutama Kriket. Mungkin, karena olahraga inilah yang dibawa oleh Negara yang menjajahnya yaitu Inggris dan mulai diperkenalkan sejak saat itu. Selain itu, ada juga polo, badminton, dan squash juga dimainkan disini.

                Kebudayaan Pakistan yang lain, yaitu pesta pernikahan yang terbilang sangat megah, biasanya mereka mengundang seluruh keluarga besar dan semua teman yang mereka kenali, karena ini adalah lambang kekayaan budaya mereka. Proses pernikahan di Pakistan sangat dipenuhi dengan banyak warna, kain sutra, makanan, musik, dan tarian adat mereka, yang berlangsung antara tiga sampai enam hari.

                Tatanan kota di Negara ini juga cukup bagus, karena terdiri dari sektor-sektor yang rapih, jalan raya yang terstruktur, taman-taman yang menghiasi sisi jalan, serta markaz yaitu area perbelanjaan atau toko-toko dan juga taman bermain untuk anak-anak yang terdapat di setiap sektor. Akan tetapi yang menjadi minus disini adalah bahwa pemerintah tidak menyediakan tempat sampah yang memadai, sehingga banyak terlihat sampah berserakan dimana-mana,

                First impression saya ketika pertama kali datang ke Pakistan yaitu, Pakistan terlihat seperti Indonesia di tahun 90-an, akan tetapi negeri ini sudah penuh dengan warna dan kebudayaan yang hidup, makanan yang lezat, kerajinan tangan, musik, dan khususnya bahasanya. Saat saya sampai di Islamabad – Kota pemerintah yang umumnya memiliki jalan-jalan yang lebar, bangunan-bangunan besar, dan industri yang minim, warga Pakistan tetap tidak melupakan budaya mereka dan pada umumnya tidak dibawa ke jalan hidup orang barat. Sangat sedikit wanita setengah baya yang menggunakan Burka. Para gadis muda dan wanita paruh baya mengenakan salwar dan kameez yang anggun dan kami tidak melihat seorang gadis pun yang tidak memakai dupatta.

Oleh : Aqila Adilah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *