Chai Menjadi Alat Informasi Untuk Bertukar Fikiran

Kebiasaan anak muda saat ini tak terlepas jauh dari kegiatan-kegiatan semacam membuat tongkrongan, ataupun di kalangan mahasiswa sendiripun kerap kali membuat sebuah diskusi di dalam tongkrongan tersebut. Tentunya dengan adanya tongkrongan tadi, ini bisa menjadi tempat yang tepat untuk dijadikan khalayak mahasiswa berkumpul untuk membahas sebuah diskusi ataupun tempat untuk membahas sebuah organisasi-organisasi yang biasanya diikuti oleh  khalayak mereka.

Dalam hal ini, di Indonesia sendiri para mahasiwa lebih nyaman melakukan diskusi atupun mengerjakan sebuah tugas kampus di area coffee shop ataupun angkringan. Di tempat ini, selain disuguhkan makanan-makanan, juga disuguhkan dengan suasana yang mendukung untuk dilakukannya sebuah  diskusi, bercengkarama ataupun bertukar fikiran. Karena zaman sekarang masyarakat Indonesia khususnya anak-anak milenial mencari sebuah tempat yang bagus dan nyaman terlebih tempat tersebut instagramable yang bisa menjadi nilai plus sendiri dalam kebutuhan sosial media.

Istilah ‘ngopi’ cukup terkenal di kalangan anak muda saat ini, meskipun ketika sampai di area coffee shop atupun angkringan bukan kopi yang dipesan, melainkan semacam juice ataupun minuman yang berbentuk milkshake atau apalah bahasnya. Sejauh ini ngopi bukan hanya menjadi bagian dari gaya hidup di perkotaan, namun di wilayah pedesaan juga terdapat adanya. Dan saat ini, juga bukan hanya dari kalangan pria saja, melainkan sudah menyentuh ke kaum wanita. Terbukti, sore menjelang malam coffee shop ataupun angkringan sudah ramai dipenuhi oleh para khalayak muda-mudi.

Anehnya, tradisi itu hampir sama dengan yang ada di Pakistan, cuma hanya beda objek yang dituju. Dalam kalangan mahasiswa Indonesia, cukup amat terkenal dengan istilah ‘ngechai’,  Yang berarti melakukan minum chai bersama. Chai sendiri adalah minuman yang terbuat dari teh asli Pakistan kemudian terdapat semacam susu yang dicampurkan di dalamnya. Pada kebudayaan Pakistan, chai ini selain dikonsumsi pada kehidupan sehari-hari, juga digunakan untuk jamuan saat para tamu berkunjung.

Jika kita menelisik lebih dalam, kegiatan minum chai tak pernah ghoib di kalangan masyarakat Pakistan, minum chai sendiri tak mengenal  suasana entah pagi, siang, bahkan malam. Dunia perchaian selalu dipadati oleh khalayak tua, muda maupun dari kalangan mahasiswa. Jika berkunjung di salah satu kafe ataupun warung makan, tak jarang dijumpai di depan meja pesanannya ada segelas chai. Entah apa yang menjadi kegemaran para khalayak masyarakat Pakistan dengan kebiasaan meminum chai tersebut.

Di Pakistan sendiri, minuman ini bukan hanya menjadi pelepas dahaga saja, namun juga merupakan bagian kehidupan harian masyarakat, karena kultur minum chai sangat kuat mewarnai kehidupan dalam masyarakat Pakistan itu sendiri. Tentunya, ini bisa diambil respon positif oleh para mahasiswa terkhusus kalangan mahasiswa Indonesia yang berada di Pakistan. Adat ngopi yang ada di Indonesia berpindah menjadi ngechai di kala sudah berada di negri Ali Jinnah ini. Banyak dari mahasiswa yang menghabiskan malam suntuknya untuk berdiskusi ataupun bertukar fikiran dengan ditemani dengan minuman khas timur tengah tadi, yaitu chai.

Hasilnya, ini bakal menjadi hal yang bakal dikangeni oleh mahasiswa Indonesia di Pakistan saat kembalinya nanti ke tanah air Indonesia dikarenakan hal ini adalah salah satu tradisi yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di Pakistan dan umumnya dilakukan oleh masyarakat Pakistan.

Oleh : Ibnu Fikri Ghozali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *