Belajar Diplomasi, Mahasiswa Indonesia Ikuti Diskusi Hubungan Bilateral dengan Pakistan

Rawalpindhi – Sinergi Linear yang merupakan komunitas Mahasiswa IIUI jurusan Hubungan Internasional turut mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Islamabad dan Center for Global & Strategic Studies Islamabad (CGSS) Pakistan.

Acara yang bertema “Young Scholar Discussion on Indonesia Pakistan Bilateral Ties Exploring Untapped Potentials” ini diselenggarakan di Pearl Continental Hotel Rawalpindi. Acara dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Pakistan, Adam Mulawarman Tugio dan juga Perwakilan Anggota CGSS, Abid Hussain Bhutta serta mahasiswa dan tamu undangan baik dari Indonesia maupun Pakistan.

Diskusi ini dibuka dengan penampilan mahasiswa Indonesia yaitu Tari Papua. Tarian tersebut berhasil menjadi ajang promosi budaya dan keindahan Indonesia kepada seluruh tamu undangan. Tidak hanya itu, seni bela diri Tapak Suci (TS) juga menjadi salah satu penampilan siang itu yang sangat mengagumkan.

“Acara ini untuk berdiskusi bersama mengenai masalah politik. Untuk belajar, terutama melatih kepercayaan diri mahasiswa. Dari diskusi ini , kalian bisa membuka pikiran dan meningkatkan pikiran kritis kalian. Ini bukan sebuah kompetisi ataupun kontes. Kita tidak menyeleksi siapa yang kalah dan yang menang. Tapi kalian bisa mengekspresikan diri dan menggunakan kemampuan akademik dan juga pikiran kritis kalian,” pesan Adam Mulawarman Tugio selaku Dubes Republik Indonesia untuk Pakistan dalam sambutannya sekaligus membuka acara diskusi siang itu, Senin (01/11/21)

Terdapat tiga kelompok dalam diskusi ini dengan tema yang berbeda yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa Indonesia jurusan HI, Tata Aunyrahman, Fina Farhani, Acyntya Pararsa, Vikri Fuji, Naufal Laudza, dan Ihza Kautsar. Juga perwakilan 6 orang mahasiswa Pakistan dari universitas yang berbeda-berbeda. Diskusi berjalan dengan lancar dan seluruh peserta menyampaikan materinya dengan sangat apik, lugas, dan sangat menarik.

“Persiapan kami hanya seminggu dengan membawa tema yang sangat berat. Dan lawan kita itu misteri , kita tidak tahu sebelumnya dan bagaimana kualitas dia. Untungnya kita sebagai partner bisa bekerjasama dengan baik. Harapan selanjutnya, semoga dengan acara ini, kita bisa memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan dan bisa menambah relasi, serta dapat saling mempromosikan keunggulan masing-masing negara, dari situ kita bisa bekerjasama untuk saling menguntungkan satu sama lain,” jelas Acyntya Pararsa, salah satu partisipan debat yang mendapatkan predikat The Best Speaker bersama partnernya Vikri Fuji.

Acara berlangsung cukup lama, dimulai dengan pembahasan mengenai ide untuk memperkuat hubungan bilateral dua negara , dilanjutkan  dengan media sebagai alat diplomasi dan pembahasan tentang Pakistan dan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswi Pakistan, Anisa Asad menuturkan bahwa ia banyak belajar tentang budaya Indonesia dalam acara tersebut.

“Lawan diskusi saya sangat bagus dan saya bisa belajar banyak mengenai kultur Indonesia. Ini merupakan kesan yang luar biasa dalam kehidupan akademis saya. Saya bisa belajar juga bagaimana proses diplomatic bekerja. Saya suka jika mengikuti acara seperti ini lagi jika saya mendapatkan kesempatan. Ini acara yang luar biasa,” tuturnya.

Oleh : Widad Nur Fauziyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *