BBQ (Bagi-bagi Quy)

Paratha dan Chai untuk Pengungsi Afganistan

Departemen Sosial Masyarakat PPMI Pakistan

ISLAMABAD, Jum’at 12 Februari 2021. “Berbagi tidak harus menunggu kaya” begitulah yang diungkapkan oleh Try Rama Bagus Sanjaya, Ketua Departemen Sosial Masyarakat PPMI Pakistan. Sejatinya berbagi mengajarkan kita untuk selalu bersyukur akan turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Taa’alaa. 

Pakistan adalah sebuah negara yang mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan sosial. Pada masa pamdemi seperti saat ini Pakistan menjadi salah satu negara yang dermawan di dunia. Mereka berbondong-bondong bersatu untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Pada tahun ini, kegiatan sosial PPMI Pakistan yang mengangkat tema “PPMI Pakistan

Bergerak dengan Hati dan Aksi” dengan diikuti beberapa rentetan kegiatan, salah satunya PPMI Berbagi. 

Gerakan semangat PPMI berbagi Paratha (makanan khas Pakistan) dan Chai (minuman teh khas Pakistan) bagi pengungsi Afganistan yang dilaksanakan pada hari jumat setiap pekannya. Kegiatan yang digaungkan oleh salah satu mahasiswa Indonesia yang berada di Pakistan ini, mendapatkan tanggapan positif dari Ketua Umum dan anggota PPMI Pakistan. Pasalnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab sosial agar dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat sekitar, khususnya para pengungsi Afghanistan yang tinggal di permukiman belakang kampus Internasional Islamic University of Islamabad (IIUI). 

Warga Negara Afganistan yang berada di Pakistan ini adalah mereka yang mengungsi akibat konflik dan peperangan di negara mereka, yang membuat sejumlah warganya meninggalkan tempat kelahiran mereka demi kehidupan yang lebih baik. Pengungsi Afghanistan yang berada di belakang Kampus IIUI ini adalah para pengungsi yang tidak terdaftar di UNHCR (Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi) di Pakistan. Mereka berada di sector I-10, salah satu permukiman kumuh bagi pengungsi yang ada di Kota Islamabad. 

Dengan berbagi 40 paratha dan 20 chai untuk pengungsi Afghanistan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka. Paratha dan chai adalah makanan dan minuman khas Pakistan yang dimakan untuk sarapan pagi dan dapat di beli dengan harga murah dan terjangkau.  Gerakan ini baru di mulai pada 15 Januari lalu, yang berawal dari inisiatif anggota divisi sosial yang hanya berjumlah 4 orang dengan mengumpulkan uang sejumlah 100 Rupes atau sekitar 10.000 Rupiah per orangnya. Hari pertama mereka berangkat dengan membawa jumlah makanan yang sedikit, namun dengan keyakinan mereka berangkat ke lokasi permukiman dengan menerjang dinginnya udara Islamabad pagi itu. “Kita semangat karena mereka bahagia, meskipun sedikit saya yakin itu bisa meringankan mereka.” Tutur Try Rama.

Bermodalkan sosial media seperti WhatsApp dan Instagram Try Rama dan kawan-kawan yang lain membagikan situasi dan kondisi para pengungsi ketika pembagian paratha dan chai. Pada minggu kelima pelaksanaan gerakan berbagi ini, sudah banyak donatur dari anggota PPMI Pakistan sendiri dan masyarakat yang berada di Indonesia. Mereka turut menyemarakan kegiatan ini dengan hanya berdonasi ataupun ikut terjun menjadi relawan. Dengan slogan

“10.000 Rupiah Per minggu” PPMI Pakistan menjadi wadah dalam menggalang dan menyalurkan dana untuk mereka yang membutuhkan. 

“Kegiatan ini sangat inspiratif, inisiatif saudara Try dan kawan-kawan sangat bagus, mendapatkan respon positif dari kawan-kawan disini dan di Indonesia. Walaupun dilaksanakan dimasa pandemi seperti ini, saya sudah mewanti-wanti para relawaan yang akan terjun kelapangan untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan dan melarangnya jika kondisi tubuh kurang sehat.” Ungkap Bagus Asri Wibawa, Ketua Umum PPMI Pakistan. 

Menjadi sebuah peringatan besar bagi para relawan yang akan terjun kelapangan. Mengingat kegiatan ini dilaksanakan pada masa pandemi, yang mana kasus tingkat pertumbuhan covid19 masih ada setiap harinya. Semua relawan harus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Dan larangan keras bagi relawan yang kurang sehat untuk mengikuti kegiatan ini. Semua ini demi kebaikan diri kita sendiri dan masyarakat yang berada dilingkungan kita.

Sedekah adalah amalan yang dicintai Allah Subhanahu wa Taa’alaa dan memberikan rejeki bagi mereka yang memberi dan bagi mereka yang mendapatkannya. Banyak keistimewaan yang didapatkan dari sedekah. Begitu pula Hari Jumat merupakan hari istimewa umat Islam setiap pekannya. Hari jumat pun juga memiliki keistimewaannya. Dua hal yang istimewa ini di padukan menjadi satu diniatkan untuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Taa’alaa demi mencapai keridho-Nya.

Stabilitas suatu negeri itu tergantung pada 4 hal : 

  1. Para ulama yang mampu mengelolah ilmu dan mengimplementasikannya,
  2. Para penguasa yang adil,
  3. Para ‘pemilik harta’ yang dermawan, 4. Para fakir miskin yang selalu mendoakan.

Salah satu dari 4 hal diatas jangan sampai ada yang hilang, karena akan terguncang dan berakhir tumbang.

Semua hal dari kecil sampai besar berawal dari sebuah ide dan gagasan. Begitu pula dengan apa yang kita lakukan. Ini bukan mengenai besar atau kecilnya apa yang kita beri, tapi berapa banyak manfaat yang dapat mereka rasakan hingga mereka bisa tersenyum bahagia dengan yang kita beri, apapun itu.

Untuk yang ingin berdonasi, informasi lebih lanjut bisa menghubungi,

Ikhwan +92 318 1114743 (Try Rama)

Akhwat +92 3110302846 (Savira Alfany)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *